Selamat dan Sukses Untuk Arie Reza Nugraha dan Teuku Sri Muchsalmina yang terpilih sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur ( HIMA ) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil ( HIMATESIP ) FT Unmuha.
Lanjutkan Tongkat Estapet Organisasi, Kami Ada Bersama mu..
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Unmuha ( BEM FT - Unmuha ) adalah lembaga organisasi otonom yang berlandaskan Islam berazaskan kekeluargaan, hadir di lingkungan masyarakat Aceh pada tahun 1987 hingga kini mencetak ratusan aktivis yang menjunjung tinggi nilai ukhwah Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kamis, 30 Oktober 2014
Minggu, 12 Oktober 2014
Mendefinisikan Kembali Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi atau kampus dan mahasiswa selalu menjadi
diskursus yang tidak ada habisnya. Bukan saja perguruan tinggi sebagai wahana
ilmu pengetahuan, tetapi lebih dari itu, perguruan tinggi merupakan basis
budaya intelektual kritis progresif dengan kehidupan yang demokratis. Tidak
salah kalau dari civitas akademika yang ada di kampus inilah, masyarakat
menaruh harapan besar akan keberlangsungan masa depan bangsa. Sejarahpun
mencatat tinta emasnya bahwa dari kampuslah pembawa heroisme perubahan itu lahir.
Mendefinisikan Kembali
Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi sebagai
kawah candradimuka mahasiswa merupakan wahana mencetak generasi-generasi yang
menjadi the next leader tomorrow. Dari institusi inilah,
sebuah cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara akan terwujud sebagaimana
bangsa itu berdiri. Meminjam bahasa Jhon F. Keneddy “Ketika ada sebuah sistem ada
yang salah dalam ketatanegaraan, maka lihatlah sistem pendidikanya”. Dari kalimat ini, secara simplisit,
menyatakan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari aspek
pendidikanya. Mengingat perguruan tinggi, seperti yang disebutkan di atas yaitu
sebagai kawah candradimukanya mahasiswa atau yang dikenal sebagai man of progress idea,
ini artinya kampus memainkan peranan penting dalam membangun arah kemajuan
kehidupan berbangsa.
Ada beberapa alasan,
kenapa Perguruan tinggi atau kampus menjadi pilar atau penentu arah kemajuan
bangsa. Pertama, Perguruan tinggi adalah institusi tertinggi
jenjang pendidikan atau sebagai tempat melanjutkan studi para mahasiswanya.
Dimana di dalamnya terdapat suatu proses interaksi keilmuan sekaligus proses
pengembangnya. Kedua, dalam kehidupan sosial, di dalam kampus
terdapat interaksi sosial lintas kultur, agama, ras, suku, dan lain sebagainya.
Di sinilah kampus atau perguruan tinggi menjadi sebuah miniature kehidupan
bngsa yang heterogen sebagai keragaman gambaran masyarakat. KH. A. Sounhadji,
M.A, Ph. D, mengungkapkan, bahwa perguruan tinggi merupakan pusat intelektual
dan pusat kebudayaan. Ketiga adalah
perguruan tinggi atau kampus merupakan institusi ideologisasi pada
masyarakatnya, yang dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang memiliki
tiga mata rantai yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketiga mata rantai inilah yang terpenting, untuk kemudian
bagaimana pihak kampus melakukan internalisasi nilai pada seluruh mahasiswa
sehingga timbul satu bentuk manestasi nilai keilmuan yang berpihak pada
nilia-nilai etis dan sebagai suatu bentuk artikusiasi yang berjalan secara
simultan dalam bentuk gerakan transformasi menuju bangsa yang mandiri dari
generasi mudanya (para kaum cendekiawan).
Urgensi Tri Dharma Perguruan
Tinggi
Tri Dharma Perguruan
Tinggi sebagai dharma bakti dan pilar budaya kampus adalah sebuah nilai yang
menjadi World of View mahasiswanya.
Nilai ini memilki signifikansi pada mainsteam berfikir mahasiswa dalam proses
belajarnya menuntut ilmu di kampus. Selain itu, nilai ini juga akan menentukan
habitus mahasiswa sebagai generasi intelektual muda yang akan melanjutkan
perjuangan bangsa. Hal inilah yang perlu mendapat perhatian dari pihak kampus.
sebagai sebuah proses penanaman nilai-nilai atas peran perguruan tinggi atau
kampus sebagai pusat pembentukan manusia yang berkarakter.
Berangkat dari itu, urgensi Tri Dharma perlu ada sebuah
objektifikasi sebagai persemaian agent perubahan pada realitas kehidupan
masyarakat, Objektifikasi di sini, sebagaimana yang diungkapkan oleh
Kuntowijoyo, yakni penerjemahan nilai-nilai internal ke dalam kategori-kategori
objektif. Disinilah nilai-nilai Tri dharma di manifestasikan ke dalam kehidupan
masyarakat, sehingga proses keilmuan yang ada di dalam kampus dapat dirasakan
oleh masyarakat yang ada di luar dan tidak sebatas menjadi nilai yang membisu.
Jika nilai Tri Dharma,
yang selama ini tidak bisa diinternalisasikan kepada mahasiswa yang notabenenya
sebagai kaum cendikiawan, yang memiliki peran sebagai Agent of Change.
Maka tidak heran jika kemudian, mahasiswa sebagai basis kekuatan keilmuan dan
moralitas akan teralienasi dari masyarakat. Oleh karenanya pembentukan habitus
kampus melalui tri dharma perguruan tinggi menjadi penting untuk disandingkan
sebagai nilai yang diusung kampus dalam membentuk karakter mahasiswanya dan
memainkan perannya dalam kemajuan bangsa.
By: Adm
Selasa, 07 Oktober 2014
Mahasiswa Teknik santuni panti asuhan
BANDA ACEH - 150 mahasiswa teknik sipil seluruh Aceh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia Wilayah Aceh ( FKMTSI wilayah Aceh ) kembali mengelar kegiatan sosial dengan menyantuni salah satu panti asuhan di Aceh Besar, Kamis (3/10).
Kepada AJNN Teuku Sri Muksalmina ketua pelaksana sekaligus koordinator kegiatan menjelaskan mahasiswa yang tergabung dalam forum ini berasal dari 11 institusi perguruan tinggi se Aceh, dan Teknik Sipil Unmuha terpilih menjadi tuan rumah dalam kegiatan regional.
Ia menambahkan, ini salah satu wujud bahwa mahasiswa masih peduli terhadap keadaan sosial dan ini merupakan perwujudan scala kecil pengabdian pada masyarakat yang kelak akan ditambah ketika mahasiswa selesai dalam studi perkuliahannya.
Kegiatan digelar di SOS Children’s Villages gampong Lamreung jalan mesjid dusun Tgk Syech Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. kegiatan dimulai dengan pengenalan panti dan sosialisasi mahasiswa dan kemudian ditutup dengan pemberian sembako oleh mahasiswa.
http://www.ajnn.net/2014/10/mahasiswa-teknik-santuni-panti-asuhan/
#AJNN.Net
Senin, 06 Oktober 2014
Romansa Engineer di pentas ibukota.
Siapa bilang anak Teknik beraninya cuma di kampus doang? ni lgi ngukir aksi di balai kota Banda Aceh.
Langganan:
Postingan (Atom)